1,2 Juta Anak di Aceh Divaksin Polio

Perluasan ke Daerah Lain Bergantung Data Epidemiologis

JawaPos.com – Menyusul temuan kasus polio di Kabupaten Pidie, Aceh, mulai besok (28/11) akan dilakukan vaksinasi di wilayah tersebut. Sasaran vaksinasi polio itu adalah 1,2 juta anak.

”Untuk seluruh kawasan Aceh,” kata Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan dan Khusus Direktorat Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Gertrudis Tandy kemarin. Vaksinasi tersebut akan dimulai di Pidie, dilanjutkan ke wilayah lain.

Apakah hanya di Aceh? Gertrudis menjelaskan, apabila ada data epidemiologis di provinsi lain, vaksinasi polio bisa saja diperluas. Di Aceh, kata dia, sasaran vaksinasi polio mencapai 1,2 juta anak. Usianya 0 sampai 12 tahun. ”Untuk awal ini kita lakukan sub-PIN (Pekan Imunisasi Nasional, Red),” tuturnya.

Gertrudis mengakui, masih ada penolakan vaksinasi di Aceh. Hal itu patut disayangkan. Sebab, dampaknya sudah terlihat dengan adanya temuan satu kasus polio dan tiga anak yang fesesnya terdapat virus polio. ”Waktu ke lapangan, ditemui banyak anak yang status imunisasinya kosong,” ungkap dia.

Faktor penolakan vaksin tersebut beragam. Mulai urusan agama hingga enggan ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). ”Kami libatkan tokoh agama untuk mendukung imunisasi ini,” terang Gertrudis.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama menyatakan, adanya kasus polio di Indonesia sangat dimungkinkan karena rendahnya vaksinasi. ”Yang di Pidie kita jadikan pelajaran,” tuturnya. Dia mendorong agar masyarakat melakukan vaksinasi rutin agar terhindar dari kejadian luar biasa (KLB) sebuah penyakit.

Tjandra menjelaskan, yang menjadi masalah dunia adalah wild poliovirus. Meski, sejak adanya vaksinasi polio, terjadi penurunan jumlah virus. ”Sejauh ini ada dua negara yang menjadi endemis penyakit tersebut, yakni Pakistan dan Afghanistan,” ujarnya.

Sumber: www.jawapos.com